Aktivitas KIM

AKTIVITAS KIM SWARA PULOKALAPA

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Pola Pertama:

KIM dapat menyediakan sendiri infrastruktur TIK, seperti komputer dan jaringan internet sebagai layanan untuk anggota KIM dan masyarakat sekitarnya untuk akses dan berinteraksi dengan berbagai sumber informasi.

Pola kedua:

KIM dapat memanfaatkan program pelayanan  dan mendayagunakan TIK dilingkungan pemerintah maupun masyarakat, seperti WARMASIF (Warung Masyarakat Informasi). CAP (Community Access Point) dan Pe-PP (Partnership for e-Prosperty for the Poor), Warnet (Warung Internet).                                                        

 

POLA PEMBERDAYAAN KIM

Pemberdayaan KIM ialah upaya memberikan penguatan agar KIM bisa melakukan aktivitas sesuai dengan fungsi umum KIM (generic) dan fungsi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat (konstektual).

Pemberdayaan tersebut melibatkan berbagai elemen sosial meliputi :

Pemerintah : Pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten/kota berperan dalam menfasilitasi pengembangan dan pemberdayaan melalui aktivitas yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan daerah masing-masing.

Swasta : Peran swasta terhadap pengembangan dan pemberdayaan KIM dapat dilakukan dengan menfasilitasi aktivitas dalam aspek-aspek pengembangan usaha meliputi kemitraan usaha, dukungan modal, pengembangan SDM dan pesaran hasil produksi.

Media Masa : Sesuai dengan aktivitas yang salah satunya adalah mengakses informasi dari berbagai sumber informasi termasuk media masa, maka kualitas informasi yang disajikan media masa akan mempengaruhi kualitas akses informasi. Peran media masa adalah dalam memproduksi isi informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakatnya.

Lembaga Masyarakat : Peran lembaga masyarakat seperti LSM, Ormas dan lain-lain sebagai agen pembaharu dan inovator sangat penting dalam turut mengembangkan dan memberdayakan KIM.

 

ASPEK PEMBERDAYAAN

Aktivitas mengakses media; Bertujuan agar literasi terhadap media massa dan teknologi informasi dan komunikasi meningkat serta mampu mengakses dan mendayagunakan untuk peningkatan nilai tambah bagi masyarakat.

Penyeleksian informasi dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam menyeleksi informasi dari beragam sumber yang dapat dipercaya.

Pengelolaan informasi dilakukan melalui memberikan pengetahuan dan fasilitas sarana dan prasarana pengelolaan informasi, seperti sistem pendokumentasian informasi, cara menganalisa, dan pengambilan kesimpulan.

Pendesiminasian informasi dapat dilakukan langsung (tatap muka), maupun tidak langsung (cetak dan elektronik).

Penyerapan informasi dan aspirasi dari masyarakat.

Pengembangan nilai tambah informasi dalam berbagai bentuk usaha perlu kewiraswastaan/ enterpreneurship sehingga mampu mengubah peluang jadi utang.

 

PENDEKATAN PEMBERDAYAAN

Pendekatan dalam pemberdayaan disesuaikan dengan karakteristik kelompok dan wilayahnya. Pemberdayaan tidak menjadi wahana untuk mengintervensi kelompok untuk kepentingan lain diluar fungsi KIM.

 

Perberdayaan KIM meliputi:

 

Pemberdayaan ke dalam bertujuan: memperkuat kelembagaan KIM sebagai pusat informasi dan meningkatkan kemampuan pengelola KIM sebagai pengumpul, pengelola, dan penyebar informasi.

Pemberdayaan keluar bertujuan: meningkatkan peleyanan KIM untuk masyarakat, mengembangan kemampuan KIM dan mengembangkan networking.

Pemberdayaan struktur organisasi bertujuan: mengurangi “struktur organisasi vertikal“ dan mengembangkan “struktur organisasi horizontal/flat”.

Pemberdayaan SDM bertujuan: Meningkatkan “sense of belonging” atau rasa memiliki sebagai anggota KIM dan Meningkatkan “spirit of deputy” sebagai pelayan informasi kepada publik.

 

MEDIA UNTUK PEMBERDAYAAN KIM

Dalam rangka pemberdayaan KIM, maka patut diperhitungkan fungsi media untuk KIM, penggunaan media oleh KIM, penyusunan agenda media KIM, dan media literacy.

Fungsi media untuk KIM adalah: Sebagai sumber informasi bagi KIM untuk: mengumpulkan  informasi mengolah (klasifikasi) informasi, dan menemukan “makna”dan “fungsi” informasi.

Sebagai saluran informasi bagi KIM untuk: Menyebarluaskan informasi, menggunakan media massa dan non-media massa yang sesuai, dan mendapatkan umpan balik dari luar.

Media literacy adalah Kunci Pemberdayaan KIM  dengan tingkatan: Melek Huruf (pengelola dan anggota KIM sudah bisa baca tulis). Melek Teknologi (cakrawala berpikir dan informasi bertambah dengan penguasaan teknologi informasi): Melek Informasi (menyadari bahwa ada “cerita” “dibalik” “berita”; ada “hikmah” dibalik “pengetahuan”; ada “keterampilan” dibalik “informasi”; “Membaca  rahasia informasi” harus menjadi agenda KIM) dan Melek Peradaban (Informasi harus memberi kesadaran, melahirkan keberpihakan; hendak dibawa kemana masyarakat oleh arus informasi yang beredar).

 

BENTUK PEMBERDAYAAN KIM

Fasilitasi peningkatan kemampuan akses terhadap informasi (dalam bentuk sarana jaringan telepon dan perangkat komputer).

Fasilitasi pengembangan proses diskusi (dalam rangka pengelolaan informasi agar mampu memimpin diskusi kelompok).

Fasilitasi pengembangan implementasi informasi yang telah diakses (menghubungkan dengan instansi terkait lainnya, misalnya melalui koordinasi kehumasan pemerintah).

Fasilitasi perluasan jangkauan diseminasi informasi dari kelompok kepada masyarakat (membentuk jaringan dengan media atau kelompok sosial lainnya).

Fasilitasi pengembangan nilai tambah bagi kelompok (melatih manajemen usaha, dan menghubungkan dengan instansi pemberi modal seperti bank atau koperasi).

Fasilitasi kemitraan dengan berbagai sumberdaya informasi (kerjasama dengan media lain atau bisnis internet untuk bertukar informasi)

Penyelenggaraan kompetisi antarkelompok (memperlihatkan  prestasi yang dicapai dan menggairahkan kompetisi positif yang berujung pada peningkatan terus menerus prestasi kelompok)

KEGIATAN PEMBERDAYAAN KIM MELIPUTI: menerbitkan dan mendistribusikan berbagai referensi, pelatihan dan pendidikan SDM. Mengikutsertakan KIM dalam kegiatan pemerintah, mengembangkan jaringan antarKIM, membuka jaringan KIM ke institusi terkait, mendistribusikan bahan informasi untuk KIM, serta pengenalan dan pemahaman dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi.